KUPANG, NTT – Tepat satu tahun memimpin Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 NTT, Rektor Ully Riwu Kaho menegaskan bahwa perjalanan kepemimpinannya bukan sekadar mengejar capaian administratif, tetapi membangun fondasi perubahan melalui penguatan sumber daya manusia (SDM), budaya mutu, serta kolaborasi dengan berbagai pihak demi mewujudkan perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing.
Hal itu disampaikan Ully Riwu Kaho saat memberikan refleksi satu tahun kepemimpinannya dalam kegiatan evaluasi dan silaturahmi bersama sivitas akademika UPG 1945 NTT, Jumat (10/7/2026).
Menurutnya, berbagai catatan, evaluasi, kritik, dan masukan yang diterima selama satu tahun terakhir menjadi bagian penting dalam proses membangun universitas yang semakin baik.
"Seluruh evaluasi dan masukan yang kami terima menjadi energi bagi kami untuk terus berbenah. Membangun perguruan tinggi bukan pekerjaan satu orang, tetapi pekerjaan bersama seluruh sivitas akademika," ujarnya.
Ia mengatakan, sejak awal menjabat sebagai rektor, dirinya memiliki mimpi besar menjadikan UPG 1945 NTT sebagai perguruan tinggi yang berkualitas dengan tetap berpegang pada visi, misi, dan budaya akademik yang kuat.
Karena itu, berbagai kebijakan yang ditempuh selama satu tahun terakhir selalu diarahkan pada peningkatan mutu pendidikan, tata kelola kelembagaan, serta pelayanan kepada mahasiswa.
Ully menegaskan bahwa perubahan tidak dapat diwujudkan hanya oleh seorang pemimpin. Keberhasilan institusi sangat bergantung pada kerja sama seluruh komponen kampus.
Ia mengajak seluruh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga yayasan untuk terus menjaga semangat kebersamaan.
"Kalau kita ingin menjadi perguruan tinggi yang besar, kita tidak bisa berjalan sendiri. Kita harus berjalan sebagai satu tim. Tidak ada orang yang menang sendiri, tetapi tim yang menang bersama," tegasnya.
Menurutnya, keberhasilan sebuah universitas bukan hanya diukur dari prestasi pimpinan, tetapi dari kemampuan seluruh sivitas akademika membangun budaya kerja yang sehat, disiplin, dan saling mendukung.
Dalam refleksinya, Ully menjelaskan bahwa penguatan budaya mutu menjadi salah satu prioritas utama selama satu tahun kepemimpinannya.
Budaya mutu tersebut diwujudkan melalui peningkatan kualitas pembelajaran, pelayanan administrasi, tata kelola akademik, hingga peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia berharap budaya tersebut terus tumbuh sehingga menjadi karakter seluruh sivitas akademika UPG 1945 NTT.
"Bagi kami yang terpenting adalah bagaimana kualitas itu menjadi budaya. Ketika budaya mutu sudah terbentuk, maka seluruh proses akademik akan berjalan dengan baik," katanya.
Rektor juga menilai kemajuan perguruan tinggi tidak mungkin dicapai tanpa membangun jejaring kerja sama yang luas.
Karena itu, UPG 1945 NTT terus membuka diri membangun kemitraan dengan pemerintah, perguruan tinggi lain, dunia usaha, dunia industri, media massa, hingga berbagai organisasi kemasyarakatan.
Menurut Ully, konsep Pentahelix menjadi strategi yang terus dikembangkan untuk mempercepat pembangunan kampus.
"Perguruan tinggi tidak bisa berdiri sendiri. Kita membutuhkan dukungan pemerintah, dunia usaha, media, masyarakat, dan berbagai mitra agar pengembangan kampus berjalan lebih cepat," jelasnya.
Selama satu tahun terakhir, berbagai nota kesepahaman (MoU) dan kerja sama telah ditandatangani sebagai langkah memperluas jejaring serta meningkatkan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Ully menegaskan bahwa dirinya bersama jajaran pimpinan kampus tidak pernah menutup diri terhadap kritik maupun masukan.
Menurutnya, seluruh kritik akan dijadikan bahan evaluasi demi memperbaiki sistem pelayanan dan kualitas penyelenggaraan pendidikan.
"Kami tidak pernah merasa sudah sempurna. Justru berbagai masukan menjadi bahan evaluasi agar kami dapat terus memperbaiki apa yang masih kurang," katanya.
Ia berharap budaya saling mengingatkan terus tumbuh di lingkungan kampus sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik.
Dalam kesempatan tersebut, Ully juga menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang selama ini ikut mempublikasikan berbagai kegiatan dan perkembangan UPG 1945 NTT.
Menurutnya, media merupakan salah satu pilar penting dalam konsep Pentahelix karena mampu menyampaikan berbagai program dan capaian kampus kepada masyarakat.
Ia berharap hubungan baik antara kampus dan media terus terjalin sehingga berbagai inovasi serta prestasi UPG 1945 NTT dapat diketahui publik secara luas.
"Media memiliki peran penting dalam membangun citra dan menyampaikan informasi kepada masyarakat. Karena itu kami akan terus membuka ruang komunikasi dan kolaborasi dengan media," ujarnya.
Menutup refleksinya, Ully menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Pembina UPG 1945 NTT, senat universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, pemerintah daerah, dunia usaha, media massa, serta seluruh mitra yang selama satu tahun terakhir memberikan dukungan terhadap perjalanan kepemimpinannya.
Ia mengakui seluruh pencapaian yang diraih kampus hingga saat ini merupakan hasil kerja bersama, bukan keberhasilan individu.
"Tidak ada keberhasilan yang bisa dicapai sendiri. Semua yang telah kita raih selama satu tahun ini adalah hasil kebersamaan. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terus mendukung UPG 1945 NTT," tuturnya.
Ully berharap refleksi satu tahun kepemimpinannya menjadi momentum untuk memperkuat semangat seluruh sivitas akademika dalam membangun UPG 1945 NTT sebagai perguruan tinggi yang unggul, adaptif, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan pendidikan di Nusa Tenggara Timur.
✒️: kl
