ROTE NDAO, NTT– Bupati Rote Ndao Paulus Henuk menghadiri Konsultasi Publik Rencana Pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional Zona 1 Tahap 2 di Kabupaten Rote Ndao, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Gereja Imanuel Lakamola, Desa Lakamola, Kecamatan Rote Timur, dan menjadi ruang bagi pemerintah serta masyarakat untuk berdiskusi secara terbuka mengenai rencana pembangunan kawasan sentra industri garam nasional di Rote Ndao.
Paulus Henuk mengatakan, konsultasi publik menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat dapat menyampaikan pandangan dan aspirasinya secara langsung terkait rencana pembangunan yang akan berdampak terhadap ruang hidup dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Setiap rencana pembangunan yang menyentuh ruang hidup masyarakat harus dibicarakan secara terbuka. Masyarakat bukan hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam prosesnya,” ujar Paulus.
Menurutnya, Rote Ndao memiliki potensi garam yang sangat besar. Kondisi geografis dan iklim yang mendukung menjadi modal penting untuk mengembangkan sektor garam secara lebih serius dan terintegrasi.
Potensi tersebut, kata Paulus, harus mampu dikelola sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Rote Ndao dalam mendukung ketahanan dan kemandirian garam nasional.
Namun, pembangunan kawasan industri garam tidak boleh hanya berorientasi pada peningkatan produksi dan investasi. Pemerintah daerah juga harus memastikan pembangunan memberikan manfaat langsung bagi petani garam dan masyarakat yang berada di sekitar kawasan.
“Yang paling penting adalah bagaimana pembangunan ini memberikan manfaat nyata bagi petani garam, masyarakat di sekitar kawasan, terbukanya lapangan kerja, serta munculnya peluang usaha baru bagi masyarakat lokal,” katanya.
Paulus menambahkan, konsultasi publik tersebut juga menjadi momentum untuk menyatukan pemahaman antara pemerintah, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan mengenai arah pembangunan kawasan industri garam ke depan.
Ia berharap seluruh tahapan pembangunan dapat dilaksanakan secara transparan dan partisipatif dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat serta keberlanjutan lingkungan.
“Kita ingin Rote Ndao tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil garam, tetapi mampu menjadi salah satu pusat industri garam nasional yang dikelola secara modern, produktif, berkelanjutan dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, lanjut Paulus, akan terus mengawal proses pembangunan tersebut agar potensi garam yang dimiliki daerah benar-benar dapat menjadi kekuatan ekonomi baru dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
✒️: kl
