Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Dari Jokowi hingga dr. Christian Widodo, Simson Polin Belajar Menjadi Pemimpin yang Dekat dengan Rakyat

Minggu, 02 Agustus 2026 | Agustus 02, 2026 WIB Last Updated 2026-08-02T06:48:43Z

 



KUPANG, NTT – Bagi Simson Polin, Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Rote Ndao sekaligus Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Fraksi PSI, kepemimpinan bukan sekadar soal jabatan. Seorang pemimpin, menurutnya, harus mampu hadir di tengah masyarakat, mendengar suara rakyat, dan bekerja menghadirkan solusi nyata.


Prinsip itulah yang terus dipegang Simson dalam perjalanan politiknya. Ia mengaku banyak belajar dari tiga sosok yang memiliki karakter kepemimpinan berbeda, namun saling melengkapi, yakni Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Gubernur NTT Melki Laka Lena, dan Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo.


Menurut Simson, kekagumannya kepada Joko Widodo sudah tumbuh sejak Jokowi masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Saat itu, ia sering mengikuti berbagai pemberitaan mengenai kebiasaan Jokowi turun langsung ke pasar-pasar rakyat, mengunjungi kampung-kampung, dan berdialog dengan masyarakat tanpa sekat.


"Dari Bapak Jokowi saya belajar bahwa seorang pemimpin harus berani turun langsung melihat kondisi masyarakat. Beliau tidak hanya menerima laporan, tetapi mendengar sendiri keluhan rakyat dan berusaha memberikan solusi yang nyata," kata Simson.


Bagi Simson, gaya kepemimpinan seperti itu menjadi teladan bahwa kedekatan dengan rakyat adalah modal utama dalam membangun kepercayaan publik.


Selain Jokowi, Simson juga mengaku banyak belajar dari Gubernur NTT Melki Laka Lena. Ia menilai Melki adalah sosok pemimpin yang sederhana, murah senyum, mudah bergaul, dan mampu mencairkan suasana ketika bertemu masyarakat.


"Pak Melki mengajarkan bahwa keramahan adalah kekuatan seorang pemimpin. Senyum dan kesederhanaan mampu menghadirkan kedekatan sehingga masyarakat merasa dihargai," ujarnya.


Sementara itu, dari dr. Christian Widodo, Simson menemukan teladan mengenai kedisiplinan dan etos kerja.


Menurutnya, Wali Kota Kupang tersebut dikenal sebagai pribadi yang bekerja cepat, menyelesaikan pekerjaan tanpa menunda, tetap santun dalam berbicara, namun tegas dalam mengambil keputusan.


"Dari dr. Christian Widodo saya belajar tentang disiplin, kerja tuntas tanpa menunda-nunda, serta bagaimana menjadi pemimpin yang lembut dalam bertutur kata tetapi tegas dalam tindakan," ungkap Simson.


Ia meyakini, perpaduan nilai-nilai kepemimpinan dari ketiga tokoh tersebut menjadi bekal penting dalam menjalankan amanah sebagai anggota DPRD Provinsi NTT.


Simson mengatakan dirinya ingin terus hadir di tengah masyarakat, menyerap aspirasi secara langsung, sekaligus memperjuangkan berbagai kebutuhan rakyat melalui tugas legislatif yang diembannya.


"Bagi saya, menjadi wakil rakyat berarti harus mau mendengar, melihat, dan bekerja bersama masyarakat. Jabatan bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani," tegasnya.


Menurut Simson, keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya diukur dari banyaknya program yang diluncurkan, tetapi juga dari sejauh mana kehadiran dan kepeduliannya dapat dirasakan oleh masyarakat.


Karena itu, ia berkomitmen untuk terus menjadikan nilai-nilai yang dipelajari dari Jokowi, Melki Laka Lena, dan dr. Christian Widodo sebagai inspirasi dalam mengabdi kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur.


"Semua pemimpin memiliki kelebihan masing-masing. Saya belajar dari mereka agar bisa menjadi pribadi yang terus bertumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya warga NTT," pungkas Simson.

✒️: kl