Kota Kupang, NTT — RT 08/RW 03 Kelurahan Fontein, Kota Kupang, tidak hanya menggalang bantuan untuk korban gempa Flores dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Warga juga menggerakkan UMKM lokal dengan membayar produk pelaku usaha dan membagikannya secara gratis kepada masyarakat.
Program tersebut menjadi bagian dari cara warga RT 08 memaknai perayaan kemerdekaan. Di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih menghadapi berbagai tantangan, warga memilih menggunakan anggaran kegiatan untuk memberikan manfaat langsung kepada pelaku UMKM sekaligus masyarakat yang hadir.
Ketua RT 08, Gebi Kota, mengatakan dukungan terhadap UMKM tersebut sebenarnya sudah menjadi kegiatan rutin setiap perayaan HUT Kemerdekaan.
Setiap tahun, RT 08 mengundang sejumlah pelaku UMKM di lingkungan sekitar untuk berjualan dalam kegiatan warga. Namun, masyarakat yang datang tidak perlu membayar makanan yang disediakan karena produk UMKM telah dibayar menggunakan anggaran RT.
“UMKM yang hadir kita kasih gratis. Uangnya sudah kita bayarkan ke pemilik UMKM. Pengunjung tinggal makan,” ujar Gebi Kota.
Gebi menjelaskan, jumlah UMKM yang terlibat setiap tahun cukup beragam. Dalam beberapa pelaksanaan sebelumnya, bisa terdapat lima hingga tujuh UMKM dengan berbagai jenis makanan yang ditawarkan kepada masyarakat.
Untuk setiap UMKM, RT 08 menyiapkan anggaran sekitar Rp500 ribu hingga Rp600 ribu.
Meskipun nilainya tidak terlalu besar, Gebi menilai dukungan tersebut cukup berarti bagi pelaku usaha kecil di lingkungan masyarakat.
“Walaupun kecil, tapi lumayan untuk masyarakat,” katanya.
Menurut Gebi, konsep tersebut dibuat agar manfaat kegiatan tidak hanya dirasakan oleh warga yang datang, tetapi juga pelaku UMKM yang mendapatkan pemasukan dari produk yang mereka jual.
Dengan mekanisme itu, UMKM tetap memperoleh pembayaran atas dagangannya, sementara masyarakat dapat menikmati makanan secara gratis.
Gebi mengatakan, program UMKM gratis tersebut sudah berlangsung selama bertahun-tahun.
Bagi RT 08, kegiatan HUT RI bukan hanya tentang perlombaan atau hiburan, tetapi juga kesempatan untuk memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Setiap tahun kita bikin kegiatan memperingati HUT RI, kita selalu hadirkan UMKM dan selalu kita berikan yang gratis kepada masyarakat. Kali ini juga sama,” jelasnya.
Tahun ini, baru satu UMKM yang terlihat hadir saat kegiatan berlangsung. Namun, menurut Gebi, masih ada kemungkinan pelaku UMKM lainnya datang mengikuti kegiatan.
Gerakan ekonomi warga tersebut berjalan bersamaan dengan aksi kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa Flores.
Warga RT 08 sebelumnya memutuskan mengalihkan kegiatan perlombaan yang biasanya digelar dalam rangka HUT RI menjadi penggalangan donasi.
Bantuan yang terkumpul berupa uang tunai, pakaian layak pakai dan bahan makanan.
Gebi mengatakan, keputusan tersebut merupakan kesepakatan masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap saudara-saudara mereka di Flores yang sedang menghadapi dampak gempa bumi.
“Kita masyarakat sepakat bahwa ini dari kita, untuk kita,” ujarnya.
Donasi tersebut rencananya dititipkan melalui Ikatan Keluarga Besar Nagekeo (IKANA) di Kupang dan perkumpulan mahasiswa Nagekeo untuk diteruskan kepada masyarakat terdampak di Flores.
Selain mendukung UMKM dan menggalang donasi untuk Flores, RT 08 juga menyiapkan paket kebutuhan pokok bagi masyarakat di lingkungan sekitar yang membutuhkan.
Semula direncanakan 20 paket, namun jumlahnya berkembang menjadi 26 paket.
Paket tersebut berisi beras dan minyak goreng. Jumlah beras disesuaikan dari rencana awal lima kilogram menjadi sekitar 2,5 kilogram agar lebih banyak masyarakat dapat menerima bantuan.
Menurut Gebi, langkah tersebut menunjukkan bahwa kegiatan warga diarahkan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
Dari warga untuk warga—UMKM bergerak, masyarakat terbantu, dan semangat gotong royong tetap hidup.
✒️: kl
