Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Frans Lebu Raya Telah Tiada, Sahabat Teladan ’87 Tetap Ingat NTT Saat Gempa Flores

Senin, 24 Agustus 2026 | Agustus 24, 2026 WIB Last Updated 2026-08-23T23:56:36Z

 



Maumere, NTT — Meski mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya telah berpulang, para sahabatnya dari Teladan Angkatan ’87 tetap menunjukkan kepedulian terhadap NTT saat gempa bumi berkekuatan M7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.


Kepedulian tersebut diwujudkan melalui bantuan bagi masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Sikka. Bantuan berasal dari teman-teman mahasiswa Teladan Angkatan ’87 yang merupakan sahabat almarhum Frans Lebu Raya.


Meski Frans Lebu Raya telah tiada, tali silaturahmi yang dibangun bersama para sahabatnya sejak masa mahasiswa tidak ikut berakhir. Persahabatan yang telah terjalin puluhan tahun tersebut tetap terjaga, termasuk melalui kepedulian terhadap NTT ketika wilayah ini dilanda bencana.


Bagi para sahabatnya, NTT bukan sekadar sebuah daerah. Ada ikatan emosional yang terbentuk melalui perjalanan panjang bersama Frans Lebu Raya sejak masa mahasiswa.


Frans telah tiada, tetapi NTT tetap mereka ingat.


Pada Minggu, 23 Agustus 2026, bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Lusia Adinda Lebu Raya, istri almarhum Frans Lebu Raya.


Penyaluran bantuan dilakukan di dua titik di Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka, yakni Desa Bura Bekor, Dusun Klotong, serta Desa Watukrus, Dusun Wologahar.


Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian nyata kepada masyarakat yang masih menghadapi dampak gempa M7,7 yang mengguncang Flores.


Namun, di balik bantuan tersebut tersimpan cerita yang lebih dalam. Ada persahabatan yang telah terjalin sejak masa mahasiswa dan tetap bertahan meski salah satu sahabat mereka telah pergi.


Para sahabat Teladan Angkatan ’87 seolah ingin menunjukkan bahwa persahabatan tidak berhenti hanya karena waktu berlalu atau karena seseorang telah tiada.


Justru melalui kepedulian terhadap NTT, kenangan terhadap Frans Lebu Raya terus dihidupkan.


Bantuan yang disalurkan bukan hanya tentang logistik atau kebutuhan masyarakat terdampak bencana. Di dalamnya terdapat kenangan, persahabatan, dan kecintaan terhadap NTT yang tetap terjaga.


Frans Lebu Raya pernah memimpin NTT selama dua periode sebagai gubernur. Sepanjang perjalanan tersebut, ia meninggalkan jejak dalam kehidupan masyarakat dan pemerintahan daerah.


Kini, kenangan tentang sosok Frans kembali hadir melalui kepedulian para sahabat yang pernah berjalan bersamanya sejak masa mahasiswa.


Dari jauh, mereka tetap memperhatikan NTT. Ketika Flores dilanda bencana, mereka memilih hadir melalui bantuan yang disalurkan kepada masyarakat terdampak.


Bagi masyarakat penerima, bantuan tersebut tentu memiliki arti penting di tengah situasi pascagempa. Namun bagi para sahabat Frans, bantuan itu juga menjadi cara untuk menjaga ikatan persahabatan yang telah terbangun selama puluhan tahun.


Frans Lebu Raya telah tiada. Tetapi persahabatan yang pernah dibangunnya bersama teman-teman Teladan Angkatan ’87 tidak ikut berakhir.


Melalui tangan Lusia Adinda Lebu Raya, amanah para sahabat Teladan Angkatan ’87 akhirnya sampai kepada warga di Desa Bura Bekor dan Desa Watukrus, Kecamatan Bola.


Sebuah bantuan yang lahir dari persahabatan, digerakkan oleh kepedulian, dan dipersembahkan untuk masyarakat NTT.


Frans boleh telah pergi, tetapi melalui sahabat-sahabatnya, NTT tetap diingat dan tetap ada di hati.

✒️: Albert Cakramento