Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Saat Pengungsi Terlupakan, BAGUNA PDI Perjuangan Datang Mengetuk Pintu Mereka

Kamis, 20 Agustus 2026 | Agustus 20, 2026 WIB Last Updated 2026-08-20T07:26:45Z

 



Maumere, NTTDi tengah masih adanya warga yang bertahan di pengungsian mandiri pascagempa Flores, BAGUNA PDI Perjuangan turun langsung menemui mereka. Kamis (20/8/2026), Tim BAGUNA menyambangi dua titik pengungsian mandiri di Kabupaten Sikka, yakni Desa Berah, Dusun Nua Lolo, Lekebai, Kecamatan Mego, dan Nangablo, Kecamatan Nita.


Tim BAGUNA yang turun ke lapangan dipimpin oleh Lusia Adinda Lebuh Raya, Emanuel Konfridus, dan Gusti Poa. Mereka membawa bantuan sembako sekaligus menemui langsung warga yang masih bertahan di pengungsian mandiri.


Kehadiran tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi warga. Setelah beberapa hari menghadapi ketakutan akibat gempa dan gempa susulan, kedatangan tim bantuan membuat warga merasa diperhatikan.


«“Kami sangat terharu. Pascagempa, baru hari ini Tim BAGUNA PDI Perjuangan datang menjumpai kami. Kami merasa diperhatikan dan tidak dilupakan,” ungkap salah seorang warga.»


Bagi warga pengungsi mandiri, bantuan yang diberikan bukan sekadar soal sembako. Kehadiran langsung di tengah mereka menjadi bentuk kepedulian setelah selama beberapa hari harus bertahan dengan kondisi seadanya.


Pengungsi mandiri sering kali tidak terlihat dalam kerumunan posko pengungsian terpusat. Mereka bertahan di lingkungan masing-masing, mendirikan tempat perlindungan seadanya, berbagi makanan dengan tetangga dan memenuhi kebutuhan dengan kemampuan yang ada.


Namun, mereka tetap merupakan korban bencana yang membutuhkan makanan, perlindungan dan perhatian.


Karena itu, langkah BAGUNA menyisir titik-titik pengungsian mandiri di Mego dan Nita menjadi penting. Tim tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan warga yang berada jauh dari posko utama tetap mendapat perhatian.


Bantuan tersebut mungkin sederhana, tetapi bagi warga yang sedang menghadapi situasi sulit, kehadiran orang lain yang datang langsung memberikan makna tersendiri.


BAGUNA PDI Perjuangan memilih turun langsung ke tengah masyarakat terdampak gempa. Mereka mendatangi warga yang masih bertahan di pengungsian mandiri dan membawa bantuan sesuai kebutuhan yang tersedia.


Kehadiran tersebut sekaligus menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya membutuhkan distribusi logistik, tetapi juga kepedulian terhadap warga yang mungkin belum terjangkau oleh pengungsian terpusat.


Di Desa Berah dan Nangablo, bantuan sembako diserahkan kepada warga yang masih bertahan dalam kondisi pengungsian mandiri.


Bagi mereka, kunjungan tersebut menjadi pengingat bahwa di tengah situasi bencana, masih ada pihak yang datang melihat dan mendengar kondisi mereka secara langsung.


Hari itu, pintu-pintu warga diketuk. Di baliknya ada wajah-wajah penuh harap yang menyambut kedatangan tim BAGUNA.


“Terima kasih sudah datang. Setidaknya hari ini kami tahu, kami tidak dilupakan.”

✒️: kl