Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Sebelum Republik Berdiri, Kini 4 Kali Ganti Pemimpin Rote Ndao, Jalan Moklain-Batuleli Tak Kunjung Tersentuh Pembangunan

Selasa, 11 Agustus 2026 | Agustus 11, 2026 WIB Last Updated 2026-08-10T22:40:43Z


ROTE NDAO, NTT, 10 Agustus 2026 — Sebelum Republik Indonesia berdiri, wilayah Moklain dan Batuleli di Desa Lidamanu, Kecamatan Rote Tengah, Kabupaten Rote Ndao, telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat. Namun, setelah 81 tahun Indonesia merdeka dan empat kali pergantian kepemimpinan di Kabupaten Rote Ndao, warga di wilayah tersebut masih harus berjuang dengan kondisi infrastruktur jalan yang rusak.


Persoalan jalan bukan sekadar tentang sulitnya kendaraan melintas. Bagi masyarakat Dusun Moklain dan Dusun Batuleli, jalan merupakan akses utama menuju berbagai kebutuhan dasar, termasuk rumah sakit, puskesmas, sekolah, serta pusat aktivitas ekonomi dan pelayanan pemerintahan.


Kondisi jalan yang rusak membuat mobilitas masyarakat menjadi terganggu. Dalam situasi tertentu, akses menuju fasilitas kesehatan menjadi persoalan serius, terutama bagi warga yang membutuhkan pelayanan medis dengan cepat.


Begitu pula dengan anak-anak sekolah yang setiap hari harus melewati akses jalan tersebut. Jalan yang tidak memadai menjadi bagian dari tantangan yang harus mereka hadapi untuk mendapatkan pendidikan.


Ironisnya, persoalan tersebut masih dirasakan masyarakat di tengah momentum peringatan 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.


Bagi warga, kemerdekaan seharusnya tidak hanya dimaknai melalui upacara, pengibaran bendera, maupun berbagai perayaan setiap bulan Agustus. Kemerdekaan juga harus diwujudkan melalui pembangunan yang dapat dirasakan secara nyata hingga ke pelosok desa.


Masyarakat Moklain dan Batuleli berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap kondisi infrastruktur di wilayah mereka. Sebab, pembangunan jalan yang layak bukan hanya mempermudah mobilitas, tetapi juga membuka akses masyarakat terhadap kesehatan, pendidikan, ekonomi dan pelayanan publik.


“Kami Jangan Dijadikan Penjajah Lagi”


Cornelia Pello, mantan Kepala Desa Lidamanu selama dua periode, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi pembangunan di wilayah tersebut.


Ia berharap momentum kemerdekaan dapat menjadi pengingat bagi pemerintah agar pembangunan dan keadilan benar-benar dirasakan seluruh masyarakat, termasuk mereka yang berada di wilayah pelosok.


“Kami sangat mengharapkan kemerdekaan Republik Indonesia ini bisa merata, keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Kami jangan dijadikan penjajah lagi,” tegas Cornelia Pello.

 

Pernyataan tersebut menggambarkan kekecewaan masyarakat yang merasa masih menghadapi persoalan dasar pembangunan setelah puluhan tahun Indonesia merdeka.


Bagi mereka, jalan yang layak bukan sebuah kemewahan. Jalan merupakan kebutuhan dasar yang menentukan mudah atau sulitnya masyarakat mengakses fasilitas kesehatan, pendidikan dan aktivitas ekonomi.


Persoalan tersebut juga menjadi sorotan karena wilayah Kabupaten Rote Ndao telah mengalami beberapa kali pergantian kepemimpinan. Namun, masyarakat di Moklain dan Batuleli mengaku belum merasakan perubahan signifikan pada infrastruktur jalan yang menjadi akses utama mereka.


Harapan masyarakat sederhana: pembangunan tidak hanya berpusat di wilayah yang mudah dijangkau, tetapi juga menyentuh daerah-daerah yang selama ini berada jauh dari pusat pelayanan.


Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat melihat langsung kondisi jalan tersebut dan menjadikannya bagian dari prioritas pembangunan infrastruktur.


Sebab, pembangunan jalan memiliki dampak yang luas. Jalan yang baik dapat mempercepat akses menuju fasilitas kesehatan, memudahkan anak-anak pergi ke sekolah, memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat dan meningkatkan konektivitas antarkampung.


Peringatan 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi masyarakat Moklain dan Batuleli untuk kembali menyampaikan harapan mereka.


Setelah 81 tahun Indonesia merdeka, masyarakat tidak ingin sekadar menjadi penonton pembangunan. Mereka ingin merasakan langsung manfaat pembangunan di wilayah tempat mereka tinggal.


Jalan yang layak menjadi salah satu ukuran sederhana bagaimana kehadiran pemerintah dirasakan masyarakat.


Karena itu, warga berharap pemerintah Kabupaten Rote Ndao tidak hanya mendengar keluhan, tetapi juga mengambil langkah nyata untuk memperbaiki akses jalan di Dusun Moklain dan Dusun Batuleli.


Sebelum Republik ini berdiri, wilayah tersebut telah dihuni dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Setelah 81 tahun Indonesia merdeka dan empat kali pergantian kepemimpinan di Rote Ndao, harapan warga tetap sama: menikmati jalan yang layak dan merasakan pembangunan yang adil.


Bagi warga Moklain dan Batuleli, kemerdekaan bukan hanya tentang usia Republik yang terus bertambah. Kemerdekaan juga tentang hadirnya negara melalui jalan yang layak, pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau, pendidikan yang terakses, serta pembangunan yang benar-benar dirasakan sampai ke pelosok.

✒️: Eh