Maumere, NTT, 10 Agustus 2026 – Suasana pelantikan Koordinator Kecamatan (Korcam) dan Koordinator Desa (Kordes) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Sikka di Aula KCH, Senin (10/8/2026), semakin semarak dengan penampilan Tarian Togo Pare dari Sanggar Sato Sina Watublapi.
Togo Pare bukan sekadar tarian tradisional. Tarian pertanian ini menggambarkan perjuangan para petani zaman dahulu yang mengolah hasil panen secara manual dengan penuh keterbatasan.
Para petani membentangkan tikar di atas tanah, kemudian bulir-bulir padi diinjak menggunakan kaki untuk memisahkan tangkai dan biji padi.
Kaki petani menjadi “mesin” pengolah padi.
Di balik gerakan tersebut tersimpan pesan tentang ketekunan, kebersamaan dan perjuangan. Meski bekerja dengan cara sederhana dan mengandalkan tenaga manusia, para petani tetap berjuang menghasilkan pangan bagi keluarga dan masyarakat.
Harapan dari Tarian Togo Pare adalah agar perjuangan petani masa lalu menjadi inspirasi bagi perjuangan pertanian hari ini. Jika dahulu petani harus mengandalkan tenaga manusia, maka kehadiran TMI diharapkan mampu mendorong penggunaan teknologi dan mesin pertanian modern untuk meringankan pekerjaan petani.
Pesan tersebut semakin kuat dalam momentum pelantikan kepengurusan TMI Kabupaten Sikka. Wakil Ketua Umum TMI, Wilfridus Yons Ebit, secara langsung melantik Korcam dan Kordes TMI Kabupaten Sikka.
Ebit mengaku bangga dapat menyaksikan langsung Tarian Togo Pare yang menurutnya memiliki nilai budaya dan sejarah perjuangan petani yang luar biasa.
“Saya merasa bangga. Sudah puluhan tahun, baru hari ini dalam pelantikan kepengurusan TMI Kabupaten Sikka saya bisa menikmati perpaduan budaya yang luar biasa ini,” ungkap Ebit.
Menurut Ebit, Togo Pare memberikan pesan kuat bahwa perjuangan petani harus terus dilanjutkan dengan cara yang lebih modern. Karena itu, ia berharap kepengurusan TMI yang baru dilantik mampu menjadi bagian dari perjuangan meningkatkan kesejahteraan petani.
Ebit juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengawal dan menyukseskan program Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.
Menurutnya, ketahanan pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau kelompok tertentu, tetapi membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, organisasi masyarakat hingga para petani di tingkat desa.
“Mari kita bersama-sama mengawal dan menyukseskan program Presiden Prabowo Subianto tentang ketahanan pangan. Petani harus kita dukung, pertanian harus kita kuatkan, dan teknologi harus kita hadirkan agar pekerjaan petani semakin mudah dan produktivitas semakin meningkat,” tegasnya.
Kegiatan pelantikan tersebut turut dihadiri unsur pemerintah, TNI, Kepolisian serta Perum BULOG Maumere.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sinergi untuk memperkuat sektor pertanian dan mendukung ketahanan pangan.
Dari kaki petani yang dahulu menjadi “mesin”, kini saatnya teknologi hadir untuk meringankan perjuangan petani.
Togo Pare mengingatkan sejarahnya, TMI membawa semangatnya menuju pertanian yang lebih modern.
