Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Warga Elar Menjerit: Bantuan Pascagempa Belum Hadir, Pemerintah Diminta Segera Turun

Senin, 17 Agustus 2026 | Agustus 17, 2026 WIB Last Updated 2026-08-17T06:29:55Z

 



Manggarai Timur, NTT, 17 Agustus 2026— Warga Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, masih bertahan secara mandiri setelah gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang Pulau Flores pada Minggu, 16 Agustus 2026. Di tengah kerusakan rumah, listrik padam, dan gangguan jaringan komunikasi, bantuan pascagempa belum juga dirasakan warga sehingga pemerintah diminta segera turun langsung ke lokasi.


Berdasarkan informasi yang diterima, guncangan gempa dirasakan di hampir seluruh wilayah Kecamatan Elar. Sejumlah rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi, mulai dari ringan, sedang hingga rusak berat.


Kerusakan juga terjadi pada sejumlah fasilitas umum. Bahkan, beberapa warga dilaporkan mengalami luka-luka akibat tertimpa material bangunan saat gempa terjadi.


Kondisi tersebut membuat warga memilih untuk tidak kembali ke dalam rumah, terutama karena masih khawatir terhadap kondisi bangunan yang mengalami kerusakan dan kemungkinan terjadinya gempa susulan.


Sebagian warga kemudian mendirikan tenda darurat di pinggir jalan maupun lapangan terbuka sebagai tempat berlindung sementara.


Namun, di tengah situasi tersebut, warga mengaku masih harus memenuhi kebutuhan mereka secara mandiri. Bantuan berupa makanan, air bersih, tenda, perlengkapan tidur serta kebutuhan bagi bayi dan anak-anak menjadi kebutuhan yang paling mendesak.


Selain kebutuhan dasar, warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat juga membutuhkan bantuan untuk memperbaiki atau membangun kembali tempat tinggal mereka agar dapat kembali hidup dengan aman.


Situasi semakin sulit karena aliran listrik mengalami pemadaman. Gangguan jaringan komunikasi juga membuat koordinasi dan penyampaian informasi kepada masyarakat menjadi tidak mudah.


Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Ejhi Serlenso, pemuda asal Kecamatan Elar. Ia mendesak pemerintah agar tidak hanya mengandalkan penyampaian informasi melalui grup pesan, tetapi segera datang langsung ke desa-desa yang terdampak.


Menurut Ejhi, kondisi di lapangan membutuhkan kehadiran pemerintah secara langsung karena masyarakat mengalami keterbatasan akses komunikasi akibat jaringan yang terganggu dan listrik yang padam.


«“Pemerintah harus turun langsung ke pelosok-pelosok desa. Jangan hanya memberi perintah lewat grup pesan. Di sini jaringan tidak ada dan listrik mati. Akibatnya, informasi jadi sangat lambat sampai ke kami,” tegas Ejhi.»


Ia berharap pemerintah dapat segera melakukan pendataan terhadap rumah warga yang rusak, kondisi fasilitas umum, serta kebutuhan masyarakat yang saat ini berada di lokasi pengungsian atau memilih bertahan di ruang terbuka.


Pendataan secara langsung dinilai penting agar bantuan yang disalurkan nantinya benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga di setiap desa terdampak.


Warga berharap pemerintah daerah bersama pemerintah provinsi, pemerintah pusat, lembaga kemanusiaan, relawan dan pihak terkait lainnya segera mengirimkan bantuan ke wilayah Kecamatan Elar.


Kebutuhan yang dinilai mendesak antara lain makanan siap konsumsi, air bersih, tenda pengungsian, selimut, perlengkapan tidur, obat-obatan serta kebutuhan khusus untuk bayi, anak-anak dan kelompok rentan.


Warga juga membutuhkan tenaga untuk membantu melakukan pemeriksaan terhadap bangunan yang mengalami kerusakan agar masyarakat mengetahui rumah mana yang masih aman ditempati dan mana yang harus dikosongkan.


Selain bantuan darurat, masyarakat berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap pemulihan pascabencana, terutama bagi warga yang kehilangan tempat tinggal atau mengalami kerusakan berat pada rumahnya.


Warga Elar kini menunggu kehadiran pemerintah dan tim penanganan bencana di tengah kondisi yang masih serba terbatas. Mereka berharap penanganan tidak berhenti pada instruksi dan imbauan, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata di lapangan.


Bagi warga yang terdampak, kehadiran pemerintah secara langsung menjadi sangat penting untuk memastikan kebutuhan dasar terpenuhi sekaligus memberikan rasa aman di tengah situasi pascagempa yang masih belum sepenuhnya pulih.

✒️: Albert Cakramento