Maumere, NTT, 2 September 2026— Pemulihan pascagempa tidak hanya membutuhkan bantuan, tetapi juga kerja bersama. Hal itu terlihat di Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, ketika PHRI berkolaborasi dengan Pemerintah Kelurahan Waioti menyalurkan bantuan kepada warga terdampak gempa.
Kolaborasi tersebut berlangsung pada Rabu, 2 September 2026, di RT 011/RW 04, Kelurahan Waioti.
Bantuan berupa paket sembako diberikan kepada warga yang rumahnya mengalami dampak gempa, khususnya mereka yang mengalami kerusakan pada bagian dapur serta warga lanjut usia (lansia).
Dalam penyaluran tersebut, Lurah Waioti, Yosef Suryanto Nong Files, S.Pt., menyerahkan langsung bantuan kepada warga penerima. Sementara dari pihak PHRI, kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua BPC PHRI Sikka, Raden Agus Wijaya.
Dukungan bantuan ini merupakan bagian dari kepedulian yang digerakkan Ketua BPD PHRI NTT, Hansel Liyanto. Meskipun tidak hadir secara langsung dalam kegiatan, dukungannya diteruskan melalui jajaran PHRI hingga dapat diterima oleh masyarakat terdampak.
Kerusakan pada rumah membuat sebagian warga harus menjalani aktivitas sehari-hari dalam kondisi yang tidak lagi normal. Dapur yang mengalami kerusakan, misalnya, turut memengaruhi aktivitas keluarga dalam memenuhi kebutuhan makan.
Kondisi tersebut menjadi semakin berat bagi warga lanjut usia yang membutuhkan perhatian dan dukungan lebih selama masa pemulihan.
Melalui kolaborasi PHRI dan Kelurahan Waioti, bantuan kemudian diarahkan kepada warga yang membutuhkan.
Bagi PHRI, bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas kepada masyarakat.
Sementara bagi pemerintah kelurahan, keterlibatan dalam penyaluran menjadi bagian dari upaya memastikan perhatian dan bantuan benar-benar menyentuh warga terdampak.
Ketua BPC PHRI Sikka, Raden Agus Wijaya, mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian PHRI kepada masyarakat yang terdampak gempa.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian. Mudah-mudahan paket sembako ini bisa membantu meringankan kebutuhan warga dan memberikan sedikit kekuatan bagi masyarakat yang terdampak,” ujarnya.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa penanganan dampak bencana tidak harus dilakukan oleh satu pihak saja.
Ketika organisasi seperti PHRI memiliki kepedulian dan pemerintah kelurahan berada langsung di tengah masyarakat, keduanya dapat saling menguatkan untuk menjangkau warga yang membutuhkan.
Penyerahan bantuan berlangsung sederhana, tetapi memiliki arti penting bagi warga yang masih berjuang memulihkan kehidupan setelah gempa.
Rumah boleh rusak, dapur boleh retak, tetapi kepedulian tidak boleh ikut runtuh. PHRI dan Kelurahan Waioti memilih bergerak bersama, memastikan warga terdampak tidak menghadapi masa pemulihan seorang diri.
✒️: kl
